Malaysia Online Gambling Company_Baccarat betting_Online gambling_Baccarat Pack Winning Method_Baccarat registration

  • 时间:
  • 浏览:0

EuropeaEuropean mainstream betting companyn mainstream betting companyyang PRAKTIS, CEuropean mainstream betting companyeuropean mainstream betting companyePET, nggak pake BAYAR, ada???

#ketawa jahat #kemudianmenangisdalamhati

Di negara kita, nama-nama tertentu bisa jadi identitas agama. Muhamad, Akbar, Rizky, atau Jannati; nama-nama yang identik dengan pemeluk agama Islam. Sementara, Florencia, Gregorius, atau Bernadeth biasanya beragama Kristen atau Katholik. Tapi namanya udah cinta, apalah arti sebuah nama….

NO COMMENT! #tapimikirkeras

Ketika semua keluarga berkumpul di malam takbiran, dan kamu datang membawa pacarmu…

Kamu: “Eh buset, nggak gitu juga, kalik!”

Keputusan untuk menjalin hubungan beda agama sudah pasti didasari berbagai pertimbangan. Selain cinta, kasih sayang, dan rasa nyaman, keyakinan pada diri sendiri dan pasangan sudah pasti sangat mempengaruhi. Mantap memilih pasangan beda agama berarti siap untuk menjaga komitmen tersebut.

Segala macam perbedaan sudah pasti bisa menemukan jalan tengah asalkan disikapi dengan bijaksana. Hubungan seperti apa atau keluarga macam apa yang ingin kalian punya tentu bisa dibicarakan baik-baik.

“Monggo, dijajal dulu aja, Broh!”

“Lhah, kenapa emang?”

Cowok: “Sayang, bulan puasa tahun depan, kita tarawih bareng setiap hari, ya!”

Memilih melanjutkan hubungan berarti siap untuk berjuang. Berbagai problematika tentu sudah siap menanti dan menguji keyakinanmu pada hubungan beda agama yang sedang dijalani.

“Sorry, gw cuma pacaran sama cewek beda agama, bukan KUNTILANAK! Biasa aja, kalik!”

Memilih pacar atau pendamping hidup bukanlah perkara sederhana. Pasalnya, kamu harus meyakinkan dirimu sendiri bahwa pilihanmu memang tepat. Keluarga dan orang-orang disekitarmu tentu berhak memberikan pendapat atau nasihat yang baik untukmu. Namun, bukankah kamu yang akan menjalani dan bertanggung jawab pada pilihanmu sendiri?

Hidup dalam perbedaan menjadikan kamu dan pasanganmu mengutamakan toleransi. Bahkan, kelak anak-anakmu pun akan lebih siap menghadapi dunia luar yang lebih beragam. Selain itu, kalian pun akan terbiasa menjalani hubungan yang jujur, saling menghormati, dan mau menerima.

(Sebenernya nggak tau juga jalan keluarnya gimana…HEHEHEHE)

Pasangan Katholik…

Setelah 2 minggu jadian…

Cewek: “Iya, yuk. Ah, kamu emang calon imamku, Mas”

Pacar: “Udah, nggak apa-apa. Tenang, aja! Nanti pasti ada jalan keluarnya kok”

#YAHELAH

Hubungan yang kamu jalani membuatmu belajar melihat sekitarmu dengan lebih obyektif. Bukan sekadar atribut keagamaan, tapi memahami inti sari dari ajaran agamamu dan agama pasanganmu. Bahwa agama ada untuk menuntun manusia pada kehidupan yang baik dan damai.

Cinta beda agama memang selalu mengundang kontroversi; sedikit yang setuju, banyak yang menolak, dan sisanya hanya akan berkomentar “ya terserah lo aja yang jalanin”. Tapi, sejenak lupakan soal kontroversi karena artikel ini mengajakmu melihat kisah pacaran beda agama dari sudut pandang yang berbeda.

Putus adalah solusi paling aman. Meskipun harus mengorbankan perasaan, putus bisa jadi pilihan paling tepat untuk hidupmu yang lebih bahagia.

Apa aja, asal jangan nyembah Justin Bieber sambil nyanyi “Never Say Never”!

Kamu: (AHHH…IBU!)

Ibu: “Oh, namanya Kristin. Kalau Kristin, berarti besok nggak Lebaran, ya?”

Kamu: “Hei, kita sekelas, ya? Andi. Kamu?”

Kamu dan pacarmu…

(dalam hati, sebenarnya kamu juga nggak tau sih harus gimana)

YOLO – You Only Live Once a.k.a HIDUP CUMA SEKALI!

Pasangan Muslim…

Inilah keunikan hubungan beda agama. Permasalahan yang tadinya bisa jadi sumber friksi, bisa melebur jadi bahan candaan. Seni hubungan beda agama memang berbeda.

Kamu: (Hoaaammhh) “Iya, nih”

Gw baru jadian tadi siang, udah ditanya soal nikah!

“Maaf, harus banget salah satu pindah agama ya, Pak?”

Bukan cuma urusan agama, banyak hal yang bisa menjadikan kamu dan pasanganmu berbeda. Latar belakang budaya, kebiasaan, sifat, hingga hobi dan cara berpikir. Perbedaan tak melulu berujung konflik selama bisa menyikapinya dengan kepala dingin.

 “Maacih…tapi aku nggak minum”

Kamu & Pacar: (Ketawa ngakak)

Cowok: “Oke, aku jemput jam 5, ya”

Pacar: “Saya Kristin, Bu”

Kamu: “Sayang, kita nggak apa-apa pacaran beda agama?”

Gimana? Apakah kamu termasuk pelaku komitmen beda agama yang mengalami hal-hal di atas? Nah, buat kamu yang mungkin sekarang sedang bimbang, semoga segera tercerahkan, ya! Semoga kehidupan cintamu selalu berbahagia…