Weide Football_Football betting rules_Online betting

  • 时间:
  • 浏览:0

BaccaBaccarat official websiterat official webBaccarat official websitesitebagaiBaccarat official websitemana bila sampai 10 tahun mendatang kamu masih begini-begini saja? Apakah kamu bisa memenuhi harapan keluarga yang bertumpu padamu? Apa yang kira-kira terjadi 10 tahun lagi?

Ketakutan pada masa depan adalah ketakutan pada sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena kemisteriusannya dan serba ketidak-tertebakannya, masa depan menjadi sesuatu yang mengancam dan mengerikan dan tidak bisa diantisipasi. Tapi ingat, bukan kamu saja yang mengalaminya. Kekhawatiran itu hal yang biasa, tapi sesegera mungkin kamu harus mengatasinya.

Momen-momen quarter life crisis bisa dialami oleh siapa saja ketika menjelang usia 25. Banyak kekhawatiran yang datang, mulai dari tentang karir yang tak kunjung berkembang, keyakinan pada pasangan hidup, sampai kegalauan tentang tujuan hidup yang kadang hilang timbul tak jelas. Di usia ini, kamu akan mulai mengkhawatirkan masa depanmu 5 sampai 10 tahun mendatang.

Ketidakmampuan melihat hal positif dari kegagalan, dan ketakutan untuk mengambil risiko yang bisa merusak masa depan yang tidak pernah kamu ketahui akan membuatmu membuang-buang kesempatan. Kamu takut mencoba, kamu takut gagal, kamu takut pada segala sesuatu yang tidak kamu tahu pasti bagaimana hasilnya. Tetapi bila kamu tidak berani mencoba dan mengambil risiko, dari mana kesuksesan itu akan datang? Kesuksesan perlu proses, yang terkadang membawamu jatuh bangun berkali-kali.

Kekhawatiran yang berlebihan itu justru akan mendistraksi pikiranmu dari apa yang seharusnya kamu pikirkan saat ini. Kamu terus-terusan memikirkan ‘apa yang akan terjadi’. Saat bekerja, konsentrasimu akan berkurang karena kamu sibuk memikirkan akan jadi apa kamu 5 tahun mendatang. Saat kamu harus tidur dan istirahat, kecemasan-kecemasan itu juga akan mengganggumu dan mengurangi kualitas istirahatmu. Dari sana, kesehatanmu dalam bahaya dan produktivitasmu juga terganggu serta berkurang.

Acuan yang kamu pakai dalam hidupmu adalah apa yang akan terjadi, bukan apa yang sedang terjadi. Terus saja kamu memikirkan kehidupan di masa depan, dan kamu akan lupa bahwa kamu masih hidup di masa kini. Padahal di masa kinimu saat ini, kamu bisa saja melakukan hal-hal hebat yang berpengaruh untuk masa depanmu kelak. Tapi karena kamu terlalu sibuk memikirkan apa yang masih jauh di depan sana, kamu lupa bahwa di depanmu ada proses yang bisa kamu nikmati.

Hari ini, adalah momen yang harus lebih kamu pikirkan. Masalah-masalah yang terjadi saat ini, mulai dari kenaikan BBM, pekerjaan yang tak selesai-selesai, kisah cinta yang tak kunjung punya titik terang, adalah hal-hal yang harus kamu pikirkan solusinya. Mengabaikan hal-hal ini, dan lebih memberi perhatian pada apa yang belum terjadi, tidak akan membuatmu bisa membangun masa depan yang lebih baik ‘kan? Justru masalah-masalah yang tak terselesaikan ini bisa menjadi beban dan semakin membuat rumit masa depan yang kamu khawatirkan.

Yang terburuk barangkali hanya di pikiranmu saja via mic.com

Ketika kamu melakukan kesalahan, kamu akan didera rasa panik dan menyalahkan diri sendiri. Lalu kamu merasa hidupmu sia-sia, hanya karena satu kesalahan yang kamu lakukan dan kegagalan yang diakibatkannya. Dari situ, kamu merasa masa depanmu semakin suram. Padahal di setiap kegagalan, ada pintu baru yang terbuka. Di akhir sebuah kisah, ada awal kisah baru yang sudah menanti. Di sebuah kesalahan yang kamu buat, ada sesuatu yang bisa dipelajari. Tapi kecemasanmu menutupi itu semua.

Pikiran negatif bukan hal yang baru dalam hidup manusia. Mulai dari berprasangka buruk terhadap orang, hingga memikirkan hal-hal negatif yang belum terjadi, yang sebenarnya kamu buat sendiri. Itu semua karena kamu tidak tahu apa yang sebenarnya orang pikirkan, dan apa yang sebenarnya akan terjadi. Ini adalah permainan otak kita yang seringkali menjebak. Kamu bisa merasa hidupmu berakhir hanya karena sesuatu yang hanya ada di pikiranmu saja. Hal terburuk yang terjadi biasanya tak akan lebih buruk dari yang kamu pikirkan.

Khawatir tentang masa depan itu wajar, semua orang merasakannya. Tapi berlebihan, tak juga membawamu ke mana-mana. Daripada kamu mengkhawatirkan yang belum ada secara berlebihan, lebih baik kamu maksimalkan usahamu di masa sekarang. Kita tidak pernah bisa memprediksi masa depan, dan kita juga tidak pernah bisa mengontrol masa depan. Tapi ingatlah, bahwa hidupmu di dunia ini terbatas. Jadi, nikmati saja segala prosesnya!