Crown Betting Network_Formal Baccarat_Canadian Online Baccarat_Baccarat Guide

  • 时间:
  • 浏览:0

KRanking of ERanking of European Bookmakersuropean Bookmakersalau uRaRanking of European Bookmakersnking of European Bookmakersrusan perut di pagi hari juga nggak ada masalah buat si mahasiswa. Ada kantin kampus yang bisa didatangi kapan saja. Beli kue di kantin, makan di kelas pun nggak ada yang keberatan (tergantung dosennya juga sih).

Kamu: “Wah, bapak perhatian sekali!” (dalam hatimu gembira)

Pulang kerja membuat tubuhmu lelah. Sampai di rumah, yang kamu inginkan hanyalah kasur, kasur, dan kasur. Mau lanjutin kerjaan tapi mata udah lima watt. Kekuatan begadang yang dahulu kamu punya, kini pudar perlahan seiring padatnya aktifitasmu.

Saat masuk dunia kerja, kamu bertemu orang-orang yang pengalaman kerjanya lebih lama daripada kamu, umur yang jauh berbeda denganmu, dan suasanya yang serba teratur. Ada saat dimana kamu harus ikut acara di tempat bekerjamu dan harus mencari relasi seluas-luasnya demi lancarnya pekerjaanmu. Jam makan siang menjadi waktu dimana kamu dan rekan sejawat menghabiskan waktu mengobrol dansaling berkenalan.

“Tahu aja deh ma.”

Realitas kehidupan menunjukkan dua dunia ini punya perbedaan. Setiap orang pasti akan melaluinya. Buat kamu yang masih berstatus mahasiswa, kamu wajib baca ini, siapkan dirimu menuju dunia yang sesungguhnya!

Jam 1 atau jam 2 itu adalah waktu-waktu sakral bagi tubuh untuk tidur siang. Kamu ada kuliah jam 1 siang dan pasti ngantuk banget. Itu nggak ada masalah buatmu. Duduk di pojokan belakang, ditutupi tas atau jaket, dan ZZZZZZZZZZ……… Tidur siang di kelas!

Selagi jadi mahasiswa, ada baiknya kamu mulai menyiapkan mentalmu untuk menghadapi kehidupan dunia kerja yang akan membuatmu terperangah dan bikin kamu sadar bahwa dirimu hanya masih sebatas meraba-raba kehidupan dunia. Pada akhirnya, apa yang kamu dapat akan menjadi pengalaman hidup yang membentuk karakter dirimu.

Jadi mahasiswa rasanya mau niat nabung susah banget. Ada saja godaan yang menghadang.

Bapak: “Kamu ndak perlu kirim ke bapak ibu.”

“Duh, besok  pake baju apa ya ke kantor?”

Realitas dunia kerja itu keras, bung!

“Halo mama, lagi ngapain?”

“Bayar kos, bayar listrik, bayar pajak, transfer ke ibu, simpanan buat beli hp, budget liburan, belanja bulanan. Duh, uangku!” (meringis dalam hati)

Dunia mahasiswa memang berbeda dengan dunia kerja. Ini bukan mimpi, ini nyata dan ada di depan mata. Memang, setelah masuk ke dunia kerja kamu harus mengucapkan selamat tinggal pada gaya hidup bebas ala mahasiswa yang selama in kamu miliki. Transisi ini akhirnya mengajarimu jadi orang yang lebih bertanggyng jawab.

Masuk ke dunia kera, tanggung jawabmu semakin bertambah. Memang nggak ada lagi nilai atau dosen yang akan menghantuimu, tapi bayang-bayang kehidupan masa depan yang membayangimu. Kamu harus mulai bertanggung jawab atas dirimu sendiri dan berdiri di atas kaki sendiri. Saatnya kamu lepas dari tanggungan orang tua dan memulai kehidupan sebagai orang dewasa yang sudah bekerja.

“Weekend aja dong jalannya!”

“Kenapa? Bulanan habis?”

Di kampus, biasanya ada aturan wajib hadir 75% dan 25% jadi kesempatan bolos. Dihitung-hitung ada kesempatan 3X untuk nggak masuk kuliah. Kamu pun menggunakan kesempatan itu dengan sangat hati-hati. Yah, kalau nggak beruntung, bolos pas ada kuis itu rasanya gimana gitu. Palingan si dosen memberikan nilai C tau D.

Niat nabung eh tapi uang makan kurang yah apa boleh buat, lima puluh ribu aja nggak apa-apa kok! (pecah tabungan)

Saat kuliah kamu dikelilingi mahasiswa yang sebagian besar bernasib sama denganmu, umur nggak jauh beda, tinggal di kos-kosan, jauh dari orang tua, bebas keluyuran, dan bisa menjalin pertemanan dengan cukup mudah. Ikut acara kampus bisa ketemu teman lintas jurusan atau ada gebetan kaka tingkat yang mudah kamu dekati. Obrolan antar mahasiswa yang cepat nyambung karena kalian sama-sama berstatus mahasiswa.

Masih berstatus mahasiswa punya banyak keuntungan buatmu, terutama di hari raya. Keluargamu pasti banyak yang datang, saling bersalaman, eh ada amplop nyangkut di tangan.

Masuk ke dunia kerja yang benar-benar baru, membuatmu menjadi remah-remah rempeyek yang sia-sia. Kamu berasa jadi orang yang tidak tahu apa-apa karena di tempat kerja ternyata masih ada orang yang lebih tahu dari kamu. Saat mahasiswa kamu jumawa karena merasa punya kemampuan menulis yang baik, eeeh ternyata rekan kerjamu jago nulis semua. Gigit jari, deh!

Bapak: “Tapi, gajinya ditabung ya buat persiapan nikah!”

Di dunia kerja, penampilan bisa menjadi kunci keberhasilanmu. Ada perusahaan yang menuntut pekerja mengenakan setelan yang rapi (kemeja-celana kain/rok) atau ada juga yang sudah menyediakan seragam kerja. Setelan seragam pun harus kamu pakai setiap hari. Suka nggak suka, kamu wajib mengenakan seragam kerja. Buat pekerja kantoran, saatnya membeli setelan baju dan celana/rok yang rapi untuk ke kantor. Keesokan harinya, kamu enggan untuk tampil dengan baju yang sama. Alhasil, lemarimu mulai diisi dengan kemeja, blouse, rok atau celana kain untuk ke kantor. Setiap malam pun kamu punya dilema:

“Ya, besok dikirim.”

Melek dari malam hingga pagi menjadi salah satu kebiasaan si mahasiswa. Mengerjakan tugas hingga larut malam dan lanjut kuliah pagi menjadi rutinitas normal buatmu. Gantinya, kamu bakal tidur sepanjang sore hingga malam guna membayar waktu begadang.

Lain halnya di dunia kerja, kamu akan mikir beribu-ribu kali untuk nggak masuk kerja. Walaupun ada alasan tertentu, kamu akan sangat berat meninggalkan kantor sehari saja. Sekalinya nggak masuk, upahmu yang kena getahnya.

Setelah punya pekerjaan sendiri, tanggal 25 atau 1 di setiap bulan menjadi tanggal keramat untuk para pekerja. Senyum sumringah terpancar ketika melihat saldo atm bertambah, tapi perlahan raut gembira berubah jadi nestapa ketika transferan gaji hanya menetap sementara di rekening. Setelah itu, yah begitulah……..

Kalau urusan tanggung jawab, mahasiswa dan pekerja memang punya tanggung jawab yang jelas jauh berbeda. Saat masih berstatus mahasiswa, kamu merasa tanggung jawabmu pada orangtua sebatas nilai. Mereka yang menyekolahkankamu dan sebagai gantinya kamu menunjukkan performa yang baik semasa pendidikan kuliah. Belajar sepanjang hari demi nilai terbaik dan demi membanggakan orangtua menjadi tanggung jawabmu.

Status mahasiswa membuatmu merasa MAHA-TAHU SEGALANYA. Namanya jug MAHA-siswa. Dengan segala gawai yang kamu punya, kamu bisa update berita terbaru dan menjadi pusat informasi di kalangan teman-temanmu. Rasanya waktu masih jadi mahasiswa itu udah keren banget deh pokoknya. Tahu segala hal. Merasa siap menghadapi semua tantangan.

Beda lagi dengan pekerja industri kreatif yang tidak punya kewajiban untuk tampil dengan kemeja dan bawahan rapi. Kaos pun masih diijinkan. Tapi, ujung-ujungnya tetep saja kantongmu terkuras habis untuk kaos atau kemeja lucu.

ALHAMDULLILLAH! PUJI TUHAN! DAPAT UANG JAJAN TAMBAHAN!

Jadi anak kuliahan, bangun pagi berasa berat banget. Apalagi harus dipertemukan dengan jadwal kuliah jam 7 pagi yang membuatmu berat untuk melangkahkan kaki ke kamar mandi. Ujung-ujungnya: “Ah, mandinya ntar abis kuliah aja deh!” (gosok gigi, cuci muka cukup). Yang terpenting: masuk kelas dan nongol depan dosen. Mandi nggak mandi, urusan nanti. Tak jarang, banyak mahasiswa nggak pernah mandi saat ke kampus.

Kalau sudah bekerja, tingkat berbelanjamu juga naik satu tingkat dari mahasiswa. Yang tadinya nggak bisa beli merk ternama karena kemahalan untuk kantong mahasiswa, sekarang kamu bisa beli merk itu karena kamu punya uang sendiri. Pasti ada rasa berbeda di hati kalau membeli sesuatu dari hasil jerih payah sendiri.