Profil 7 Orang Terkaya di Indone「Baccarat betting method」sia, Siapa Saja Mereka?

  • 时间:
  • 浏览:0

SumbeBaccaBaccarat betting methodrat betting methodr kekBaccarat bettBaccarat betting methoding methodayaan Hartono bersaudara juga berasal dari bisnis rokok Djarum yang sebelumnya dimiliki oleh ayah mereka, Oei Wie Gwan yang meninggal pada 1963.

Mengutip Kompas.com (13/9/2020), Hartono bersaudara mulai mengekspor rokok pada 1972 dan menciptakan rokok kretek mesin pertama mereka, yaitu Djarum Filter pada 1976.

Meskipun demikian, orang-orang kaya ini hanya mengalami penurunan sebesar 1,2 persen dari kekayaannya tahun lalu.

Masih dari sumber yang sama, keluarga Widjaja mewarisi bisnis dari Eka Tjipta Widjaja yang meninggal pada Januari 2019 pada usia 98 tahun. 

Baca juga: 9 Negara Terkaya di Dunia 2020, Indonesia Nomor Berapa?

3. 

Yoga Sukmana/Kompas.com

Pendiri Barito Pacific Prajogo Pangestu (kanan) bersama Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi di Kantor Pusat Ditjen Pajak di Jakarta, Kamis (29/9/2016)

 Baca juga: Berikut Daftar Orang Terkaya Indonesia 2020, Siapa Saja Mereka?

KOMPAS.com - Forbes baru-baru ini telah mengeluarkan daftar 50 orang terkaya di Indonesia 2020 yang berasal dari berbagai latar belakang bisnis, usia, dan gender.

2. Keluarga Widjaja (Rp 167.79 triliun)

Saat ini, mereka memiliki sekitar 60.000 pekerja di pabrik wilayah Kudus, Jawa Tengah, serta memiliki kekayaan atas merek elektronik Polytron dan real estate di Jakarta.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Saat ini keluarga Widjaja memiliki kekayaan atas Sinar Mas yang bergerak di bidang kertas, real estate, jasa keuangan, agribisnis dan telekomunikasi.

Bahkan, setengah dari 50 orang kaya yang didata oleh Forbes pun mengalami penurunan kekayaan. 

Berikut profil 7 orang terkaya di Indonesia:

1. R. Budi & Michael Hartono (Rp 547,08 triliun)

Budi Hartono Pemilik perusahaan rokok Djarum dan BCA yang jadi orang terkaya di Indonesia

Pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia memberikan dampak besar terhadap sektor perekonomian, salah satunya resesi ekonomi.

Foto 1998: Sukamdani Sahid Gitosardjono (saat itu pemilik Bank Sahid Gajah Perkasa) bersama pemilik bank yang merger Eka Tjipta Widjaja (kiri).

Dilansir dari Forbes, Hartono bersaudara memperoleh kekayaannya dari investasi di Bank Central Asia (BCA).