Meski Haram, Berikut 5 Alasan MUI Boleh「bodog」kan Penggunaan Vaksin Covid

  • 时间:
  • 浏览:0

Dbodogibodognyatakan habodogram karena dalam proses pembbodoguatannya memanfaatkan enzim yang berasal dari babi.

1. Kebutuhan mendesak

Bukan hanya aspek kesehatan yang terganggu, pandemi ini juga mengacaukan banyak aspek kehidupan yang lain, hampir semua.

Ekonomi, pendidikan, pariwisata, kesenian, dan sebagainya.

Baca juga: Ramai soal AstraZeneca, Bisakah Vaksin Sebabkan Penggumpalan Darah?

Kita peduli, pandemi berakhir!

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Hingga saat ini lebih dari 100 juta orang di ratusan negara telah terpapar virus baru ini. Tak jarang, di antara kasus infeksi tersebut berakhir dengan kematian.

Hal itu disampaikan Ketua MUI bidang Fatwa, Asrorun Ni'am Sholeh, dalam keterangan pers yang dilakukan Jumat (19/3/2021) malam.

Izin ini dikeluarkan dengan 5 alasan mendasar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Kita bisa akhiri pandemi Covidbodog-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Meski dinyatakan haram, namun MUI menyatakan hukum penggunaan vaksin AstraZeneca disuntikkan pada masyarakat adalah diperbolehkan.

Baca juga: Mengenal Vaksin Sinovac yang Telah Tiba di Indonesia

Berikut ini adalah alasan-alasannya:

Sebagaimana diketahui, dunia telah menghadapi pandemi Covid-19 setidaknya sejak awal 2020.

KOMPAS.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Fatwa Nomor 14 Tahun 2021 telah menetapkan vaksin Covid-19 dari AstraZeneca adalah haram.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.