Negara Miskin Utang ke China Rp 5,5 Kuadriliun, Proyek Infrastruktur Jebakan Ter「Baccarat Banker」selubung?

  • 时间:
  • 浏览:0

“HBBaccarat Bankeraccarat BankerampBaccarat Bankerir 70 persen dari uang telah dipinjamkan ke bank-bank negara atau usaha patungan antara bisnis China dan mitra lokal di negara-negara yang sudah sangat berhutang budi kepada Beijing,” kata Direktur Eksekutif AidData Brad Parks kepada AFP.

"Kontraknya keruh, dan pemerintah sendiri tidak tahu persis nilai moneter yang mereka harus bayar ke China," katanya.

Studi itu menyorot kesepakatan yang tidak jelas dengan bank-bank negara dan perusahaan-perusahaan di bawah dorongan investasi utama Presiden Xi Jinping, dalam The Belt and Road Initiative (BRI).

VIRGINIA, KOMPAS.com - Dorongan infrastruktur luar negeri China yang ambisius membebani negara-negara miskin dengan "utang tersembunyi" senilai 385 miliar dollar AS (Rp 5,5 Kuadriliun).

Ada pun lebih dari sepertiga proyek tersebut telah dilanda dugaan skandal korupsi dan protes, menurut Penelitian dari laboratorium penelitian pembangunan internasional AidData melansir AFP, Rabu (28/9/2021).

Kesepakatan itu disebut telah membuat lusinan pemerintah berpenghasilan rendah terikat dengan utang yang tidak ada di neraca mereka.

China menginvestasikan lebih dari 843 miliar dollar AS (Rp 12 kuadriliun) untuk membangun jalan, jembatan, pelabuhan, dan rumah sakit.

Menurutnya, banyak pemerintah negara miskin tidak dapat mengambil pinjaman lagi. China pun menjadi kreatif.

Baca juga: 5 Negara Pemberi Utang Terbesar ke AS

Masalahnya, pinjaman diberikan kepada "konstelasi aktor selain pemerintah pusat", tetapi sering didukung oleh jaminan pemerintah untuk membayar jika pihak lain tidak bisa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Dana itu disebar di sekitar 163 negara, sejak program itu diumumkan pada 2013, termasuk banyak negara di Afrika dan Asia Tengah.

Baca juga: Terancam Gagal Bayar, AS Rupanya Utang ke China Rp 15.256 Triliun