Pemprov DKI Jakar「Baccarat Crystal」ta Klaim Masuk Zona Hijau Covid

  • 时间:
  • 浏览:0

SeperBaccarat Crystalti yBaccarat CrystalaBaccarat Crystalng telah diberitakan Kompas.com sebelumnyaBaccarat Crystal, hal ini disampaikan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, berdasarkan turunnya kasus Covid-19 dan capaian vaksinasi Covid-19 di angka 103 persen.

“Berbagai Negara yang terkendali juga sudah tidak memakai sistem zona lagi,” imbuhnya.

Terkait hal tersebut, Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman mengaku mengapresiasi capaian pengendalian kasus Covid-19 di DKI Jakarta.

Baca juga: Wagub Klaim Jakarta Masuk Zona Hijau Covid-19 dan Capai Herd Immunity

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

“Alhamdulillah Jakarta sudah masuk zona hijau dan sudah memenuhi herd immunity (kekebalan kelompok). Namun demikian, kami minta semua warga disiplin patuh dan taat protokol kesehatan,” ujar Riza dikutip dari Antara.

Baca juga: WHO Tegur Indonesia karena Mobilitas di Jawa Naik, Epidemiolog Ingatkan Pandemi Belum Usai

KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengklaim, bahwa wilayah Ibu Kota saat ini sudah berstatus zona hijau.

Menurutnya, proses menuju herd immunity masih panjang. Bahkan, kata Dicky, para epidemiolog dunia juga menyebut bahwa mencapai herd immunity untuk Covid-19 adalah hal yang sulit.

“Tapi kalau bicara soal herd immunity sepertinya belum bisa dipastikan ya. Mungkin baru threshold-nya. Apalagi jika dikaitkan dengan varian Delta,” kata Dicky kepada Kompas.com, Senin (23/8/2021).

Selain itu, Dicky juga menyebutkan bahwa pemakaian zonasi untuk menggambarkan status wilayah bisa berbahaya, karena bisa menjebak membuat masyarakat merasa aman.

“Saat ini WHO kan menyarankan untuk memakai sistem level. Karena sistem zona cenderung tidak sustain. Kalau bicara zona, hari ini zona apa, beberapa hari kemudian sudah bisa berubah lagi zona lain,” jelas Dicky.

Terlebih lagi, diungkapkan Dicky, penggunaan sistem zonasi saat ini sudah tidak lagi direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan dunia (WHO).