Puis「Canadian Online Baccarat」i Aku Chairil Anwar

  • 时间:
  • 浏览:0

MenCCCCanadian Online Baccaratanadian Online Baccaratanadian Online Baccaratanadian Online BaccaratgCanadian Online Baccaratutip Ikhtisar Sejarah Sastra Indonesia (1969) karya Ajip Rosidi, berikut ini sajak lengkap puisi Aku ciptaan Chairil Anwar:

Di masa pembangunan ini

Tuan hidup kembaliDan bara kagum menjadi apiDi depan sekali tuan menantiTak gentarLawan banyaknya seratus kaliPedang di kanan, keris di kiriBerselubung semangat yang tak bisa matiMajuIni barisan tak bergenderang berpaluKepercayaan tanda menyerbuSekali beraniSudah itu matiMajuBagimu negeriMenyediakan apiPunah di atas menghambaBinasa di atas tiadaSungguhpun dalam ajal baru tercapaiMajuSerbuSerangTerjang

Di antara sajak-sajak itu, ada puisi berjudul Aku yang ditolak Armyn Pane karena dianggap individualistis, terlalu berbau pemujaan pada diri sendiri. Tetapi Chairil tidak sakit hati.

Biar susah sungguh

Mengingat kau penuh seluruh

Tuhanku

Aku hilang bentukRemuk

Doa

Baca juga: Puisi: Arti dan Jenisnya

Chairil Anwar yang menganut aliran ekspresionisme telah membuat hasil karya berjumlah 96 judul, terdiri dari puisi, prosa asli, saduran dan terjemahan.

KOMPAS.com - Hasil karya penyair Chairil Anwar yang banyak dikenal adalah puisi berjudul Aku. Tahukah kamu bagaimana sajak Aku secara lengkap?

Diponegoro

Tuhanku

Dalam termanguAku masih menyebut namamu

Mengutip Chairil Anwar, Hasil Karya dan Pengabdiannya (2009) karya Sri Sutjianingsih, puisi Aku merupakan gambaran hidup Chairil Anwar yang individualistis.

Melalui sajak Aku, Chairil Anwar terkenal dengan sebutan Si Binatang Jalang di kalangan teman-temannya.

Cayamu panas suci

tinggal kerdip lilin di kelam sunyi

Menurut HB Jassin, Chairil Anwar telah menulis 72 sajak asli, dua sajak saduran, 11 sajak terjemahan, tujuh prosa asli, dan empat prosa terjemahan.

Chairil adalah pemeluk agama Islam tetapi juga menghormati agama lain. Terbukti dari puisinya berjudul Doa. Berikut ini puisi Doa Chairil Anwar:

Baca juga: Chairil Anwar Pelopor Angkatan 45

Chairil Anwar mendatangi Nur Sutan Iskandar, redaksi majalah Timur. Meski tidak menyetujui sikap Chairil Anwar, Nur Sutan Iskandar setuju memuat sajak Aku dalam majalah Timur tetapi mengubah judulnya menjadi Semangat.

Aku

HB Jassin menjelaskan penolakan tersebut bukan karena sajak itu buruk. Melainkan terkait situasi pada saat pendudukan Jepang yang peka terhadap kata-kata yang dapat dituduh mengandung unsur agitatif. Puisi Aku dianggap mengandung bara api.

Chairil Anwar mulai dikenal sebagai penyair pada 1945. Pada tahun itu, Chairil Anwar meminta kepada Armyn Pane, redaksi Panji Pustaka agar memuat sajak-sajaknya.

Tuhanku

Aku mengembara di negeri asing

Tuhanku

Di pintu Mu aku mengetukAku tidak bisa berpaling

Kalau sampai waktuku

Ku mau tak seorang kan merayuTidak juga kauTak perlu sedu sedan ituAku ini binatang jalangDari kumpulannya terbuangBiar peluru menembus kulitkuAku tetap meradang menerjangLuka dan bisa kubawa berlariBerlariHingga hilang pedih periDan aku akan lebih tidak peduliAku mau hidup seribu tahun lagi

Baca juga: 28 April, Hari Puisi Nasional dan Mengenang Chairil Anwar

Beberapa karya menunjukkan, Chairil Anwar adalah seorang yang cinta tanah air dan bangsanya. Terlihat jelas dari sajak-sajaknya yang berjudul Diponegoro, Krawang Bekasi, Persetujuan dengan Bung Karno, Siap Sedia, Cerita Buat Dien Tamaela, dan lain-lainnya.

Berikut ini puisi Diponegoro Chairil Anwar lengkap:

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email