Gambling platform_Playing real money baccarat_Baccarat plan

  • 时间:
  • 浏览:0

*IndonIndonesian Football HandicapesiIndonesian Football Handicapan Football HandicapngulIndonesian Football Handicapet di kasuIndonesian Football Handicapr*

Karena itulah, kamu menekan dirimu sendiri untuk mencari kegiatan baru. Menyibukkan diri supaya tak ada lagi sosoknya dalam kepalamu. Bahkan bisa jadi kamu mencoba melakukan hal-hal yang dulu tak pernah kamu minati.

Saat balasannya datang, kamu senang bukan main. Rasanya seperti diberi harapan baru, walau mungkin ia cuma mau sopan aja pas membalasmu.

“Kemarin pas ada bom di Sarinah, kamu gimana di kampus? Pada heboh nggak?”

Mau ngomong apa? (Screenplay document)

“Dia baik. Tapi kalau aku masih belum bisa move on, aku nggak bisa jadian sama dia.”

“Dia baik. Tapi kalau sama aku, apa nanti aku nggak bakal bikin kebaikannya sia-sia?”

*meluncur ke Path mantan*

Apakah 5 hal di atas akrab dengan kamu? Kalau iya, sepertinya kamu harus menerima realita. Masa lalu masih menghantuimu, dan kamu masih terjebak di dalamnya.

Nah, saat kamu masih terjebak di masa lalu, sebenarnya ada beberapa hal yang akan familiar buatmu. Sadar tak sadar, kebiasaan atau hal-hal inilah yang kamu lakukan saat nggak bisa sepenuhnya “hidup” di masa sekarang.

Ah, ada sedikit perasaan mencelos dalam dada. Ternyata, kamu belum bisa ikhlas sepenuhnya.

Kamu yang kesulitan melupakan masa lalu, coba deh tonton film yang akan membantumu. Misalnya saja London Love Story yang akan keluar tanggal 4 Februari ini. Kamu akan menemukan sosok teman pada Caramel. Mahasiswi Indonesia yang bersekolah di London ini sebenarnya bisa saja menjalin kisah baru, namun hatinya masih terpaku pada Dave — sesama mahasiswa Indonesia yang pernah dekat dengannya. Sekarang Caramel punya Bima, laki-laki baik hati yang rela menyayanginya sebagai belahan jiwa. Dave pun sebenarnya sedang dekat dengan Adelle, gadis manis yang sempat diselamatkannya dari bunuh diri.

Beda dengan dia yang sekarang. Sekarang, mantan kamu terlihat lebih bahagia. Senyumnya lebih lepas, wajahnya lebih ceria. Alasannya? Apalagi kalau bukan orang baru yang sekarang menggandeng tangannya.

Tapi, namanya juga masih terjebak di masa lalu. Kamu sulit membuka hubungan baru. Nggak peduli seberapa baik, seberapa manis, dan pintarnya orang yang mendekatimu, kamu nggak bisa bilang “Iya”. Kamu takut, kamu akan gagal memberikan hatimu sepenuhnya.

PS: kata orang, mereka cocok.

Iya. Rutinitasmu sehari-hari nggak cuma belajar, tidur, atau makan saja. Ada juga “kegiatan sakral” berupa mengecek media sosial mantan. Dari situ, kamu tahu film terakhir yang dia tonton, restoran mana yang kemarin dia kunjungi, dan siapa yang kemarin baru aja jalan bareng dia.

Apa sih musuh terbesar dari perjuanganmu untuk melupakan? Jawabannya, waktu luang. Waktu luang yang terlalu banyak akan membuat pikiranmu mudah pergi kemana-mana. Dan kemana lagi pikiranmu akan pergi, kalau bukan ke sosok mantan?

Dari tenggelam dalam tugas traveling sendiri, kerja paruh waktu di restoran pizza, membaca buku dan mendalami fotografi. Semua kamu lakukan — supaya dia gak lagi muncul di kepalamu tanpa permisi.

Karena belum sepenuhnya bisa melupakan, kamu pun sering spontan ingin menghubunginya. Rasanya ada yang mengganjal dadamu saat kamu nggak bertanya “Apa kabar?”

Memang harus pelan-pelan untuk bisa keluar dari masa lalu. Butuh proses yang panjang, dan pemahaman bahwa tak ada lagi yang bisa kamu perjuangkan.

“Inget gak waktu kita nonton Magic Hour? Sekarang Michelle Ziudith sama Dimas Anggara main lagi lho di London Love Story. Gak papa sih, aku cuma mau bilang aku inget aja pas kamu ajak aku nonton.”

Saat masih bersamamu dulu, kalian sering berantem karena hal-hal gak penting. Ada juga kebiasaan kamu yang bikin dia gusar, tapi selama ini ia pendam.

“Oh. Dia abis nontonya. Sama si itu, lagi. Ooh. Oke.”

“Eh, ada update apa ya di Path-nya?”

Gak cuma itu, kamu juga sering mencari celah supaya pembicaraan kalian bisa mengalir. Entah itu pembicaraan tentang musik, berita, atau film terbaru.

“Hah? Ya biasa aja sih. Nggak heboh-heboh juga. Kampusku ‘kan jauh dari situ.”

Siapapun, termasuk kamu, pasti punya masa lalu. Masa ini pernah begitu berarti bagimu. Ketika kamu mengenangnya, rasa senang, sedih, dan sesal bercampur jadi satu. Alasannya, apalagi kalau bukan seseorang yang kamu kenal di masa lalu itu.

Kebiasaan seperti apa? Ah, setelah membaca yang di bawah ini, jangan mengelak lagi, ya — hey kamu yang memang masih terjebak di masa lalu.

Tapi, Caramel tetap sulit untuk melupakan Dave. Yuk, kita tonton filmnya untuk tahu cerita akhirnya: kira-kira, Caramel bisa sukses nggak ya dengan misinya melupakan masa lalu? Atau justru… yang bakal lebih sukses adalah kamu? *Uhuk*

*baru bangun tidur*

*Kode supaya dia ngajakin kamu jalan*

Jika sekarang kamu masih sulit melupakan, yang perlu kamu lakukan adalah tetap bersabar. Percayalah, kamu tak sendiri. Ada Caramel di London yang juga sedang berjuang menambal hati.

Setelah dia tak lagi ada, tentu perjalanan cintamu nggak boleh berhenti begitu aja. Hey, hidup masih panjang! Terlalu cepat buat kamu untuk putus asa!

Kamu tahu, kebiasaanmu ini sebenarnya ini bikin hatimu tersiksa. Tapi, terlalu susah buat kamu untuk berhenti melakukannya.